Polestar ungkap Formula 2030 sebagai penanda era desain baru
Polestar akan memberikan gambaran awal tentang era desain barunya pada bulan Oktober lewat konsep Formula 2030. Konsep ini disebut sebagai langkah evolusi yang berani dan diharapkan memberi petunjuk visual untuk model generasi berikutnya, termasuk 2 dan SUV kompak yang akan datang.

Formula 2030 merupakan karya desain pertama yang dikembangkan sejak Philipp Römers bergabung sebagai kepala desain pada Januari 2025, menandai babak baru bagi identitas estetika merek yang selama ini dikenal menonjolkan pendekatan desain.
Formula 2030: penanda evolusi desain Polestar
Polestar menyebut Formula 2030 sebagai ‘evolusi berani’ dari bahasa desain mereka. Gambar pratinjau yang dirilis perusahaan memperlihatkan garis lebih tegas, bodi rendah dengan jarak roda lebar, serta roda depan yang memiliki sudut camber—semua memberi kesan mobil yang lebih dinamis dan berorientasi performa.
Elemen khas Polestar, seperti lampu siang hari berbentuk ‘blade’, tetap dipertahankan, namun hadirnya fitur aerodinamis seperti S-duct yang menyalurkan udara melalui grille depan lalu ke dalam bonet menunjukkan fokus baru pada pengelolaan aliran udara untuk menekan hidung mobil ke arah jalan.
Bahasa desain dan isyarat ke model 2 serta SUV 7
Perusahaan menjelaskan bahwa Formula 2030 akan menampilkan elemen desain yang nantinya muncul pada generasi berikutnya dari model 2, yang dijadwalkan hadir tahun depan, dan juga pada model 7, sebuah SUV kompak yang direncanakan pada 2028. Hal ini menegaskan bahwa konsep tersebut bukan sekadar show car, melainkan petunjuk arah gaya visual masa depan untuk produk produksi.
Dengan memperlihatkan detail seperti S-duct dan proporsi yang lebih sporty, Polestar tampak ingin menempatkan diri tidak hanya sebagai merek EV yang elegan, tetapi juga sebagai pemain yang menonjolkan dinamika berkendara sebagai pembeda, terutama terhadap merek saudara seperti Volvo.
Visi kepala desain Philipp Römers
Philipp Römers menyatakan bahwa pendekatannya bukanlah melakukan revolusi total terhadap desain Polestar. “Keputusan pertama saya adalah bahwa akan buruk jika melakukan revolusi desain, karena merek ini masih muda,” ujarnya. Ia menegaskan pilihannya pada evolusi berani yang tetap berakar pada nilai-nilai merek yang telah ada.
Detail estetika dan teknologi aerodinamis
Gambar teaser Formula 2030 memberi sinyal perubahan estetika melalui permukaan yang lebih terarah dan penekanan pada elemen aerodinamis. Kehadiran S-duct pada konsep ini menunjukkan bahwa Polestar memperhatikan detail teknik yang biasanya ditemui pada mobil performa tinggi, di mana aliran udara digunakan untuk meningkatkan downforce tanpa mengorbankan efisiensi.
Meski begitu, beberapa elemen identitas lama tetap dipertahankan agar transisi desain terasa konsisten, bukan putus. Langkah ini sejalan dengan pernyataan kepala desain bahwa merek harus membangun kesadaran publik atas bahasa desain yang sudah dikenal, sambil mengembangkannya menuju bentuk yang lebih ekspresif dan dinamis.
Perubahan strategis perusahaan dan target penjualan
Perubahan desain ini terjadi di tengah transformasi yang lebih luas dalam strategi bisnis Polestar. Saat ini CEO Michael Lohscheller memimpin upaya untuk mengubah perusahaan dari start-up yang merugi menjadi entitas yang menguntungkan. Pada paruh pertama 2026, perusahaan mencatat rugi bersih sebesar 842 juta dolar AS, tetapi angka itu merupakan perbaikan 29 persen dibanding periode yang sama pada 2025.
Salah satu target utama dalam strategi revisi adalah mencapai penjualan 100.000 unit per tahun, naik dari 60.000 unit pada 2025, dengan fokus menyasar segmen EV arus utama di Eropa. Evolusi bahasa desain yang ditandai oleh Formula 2030 menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat daya tarik merek dan mendukung pencapaian target tersebut.
Dengan meluncurkan konsep yang menampilkan perpaduan estetika dan teknologi aerodinamis, Polestar berusaha menunjukkan bahwa perubahan desain akan selaras dengan ambisi komersialnya: menarik lebih banyak pelanggan di segmen mainstream sambil mempertahankan identitas merek yang berakar pada nilai desain dan performa.
