Indonesia Basis Produksi Jetour: Menuju Hub RHD Global

Indonesia basis produksi Jetour

Categories :

Gousbuz.com14 Desember 2025 – Perusahaan otomotif asal Tiongkok, Jetour, menunjukkan komitmen seriusnya di pasar Indonesia. Setelah berhasil memulai perakitan lokal (CKD) model T2, perusahaan ini kini berencana menjadikan Nusantara sebagai pusat manufaktur utama. Rencana ambisius ini adalah menjadikan Indonesia basis produksi Jetour untuk kendaraan setir kanan (RHD) yang akan diekspor ke berbagai pasar global. Penentuan Indonesia sebagai basis ini sangat strategis, mengingat negara ini termasuk dalam tiga pasar setir kanan pertama yang menjadi fokus utama Jetour, bersama Afrika Selatan dan Malaysia.

Perkuat Pasar Domestik: Langkah Awal Indonesia Basis Produksi Jetour

Meskipun visi ekspor telah mengemuka, manajemen Jetour Sales Indonesia menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memenuhi permintaan konsumen di dalam negeri. Permintaan pasar domestik terhadap SUV andalan Jetour, T2, tergolong sangat tinggi. Kebutuhan ini mendesak perusahaan untuk memprioritaskan pasokan lokal. Sebagai ilustrasi, Jetour telah menjanjikan pengiriman 500 unit T2 kepada pembeli pada akhir Januari 2026. Prioritas terhadap konsumen lokal menunjukkan bahwa Jetour berkomitmen membangun kepercayaan pasar Indonesia secara berkelanjutan. Oleh karena itu, perusahaan kini bekerja keras memaksimalkan kapasitas perakitan lokal. Hal ini dilakukan demi memastikan unit kendaraan sampai ke tangan konsumen Indonesia tepat waktu sesuai janji.

Evaluasi Peluang Menjadi Hub RHD Jetour

Wacana mengenai potensi Indonesia menjadi pusat ekspor kendaraan setir kanan masih dibahas secara mendalam di internal korporasi Jetour. Direktur Penjualan PT Jetour Sales Indonesia, Michael Budihardja, membenarkan bahwa diskusi terkait rencana ekspor ini terus berlangsung. Manajemen global Jetour memberikan sinyal positif atas potensi ini. Mereka melihat bahwa pasar Indonesia menawarkan prospek yang sangat cerah. Prospek ini tidak hanya dilihat dari volume penjualan, tetapi juga stabilitas industri dan iklim investasi.

Potensi ini didukung oleh beberapa faktor kunci. Pertama, Indonesia memiliki populasi besar yang menciptakan pasar otomotif substansial. Kedua, ekosistem rantai pasok lokal dan industri komponen mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Selain itu, inisiatif dan kebijakan pemerintah yang mendukung investasi serta transisi ke kendaraan listrik menambah daya tarik kuat. Dengan demikian, jika rencana ini terealisasi, pengembangan Indonesia basis produksi Jetour akan meningkatkan citra Jetour di kancah internasional. Lebih jauh, langkah ini berpotensi membuka ribuan lapangan kerja dan mendorong transfer teknologi canggih di sektor otomotif nasional.

Strategi T2 Mengukuhkan Posisi Indonesia Basis Produksi Jetour

Model T2 berperan vital dalam mewujudkan ambisi Jetour di Tanah Air. SUV bergaya petualang ini awalnya sukses besar di pasar setir kiri global. Setelah itu, T2 diadaptasi menjadi versi RHD, resmi diluncurkan, dan kini dirakit secara lokal di Indonesia. Keputusan untuk segera melakukan perakitan lokal pada model T2 merupakan bukti konkret dari keseriusan investasi Jetour di Indonesia.

Langkah CKD ini sangat strategis karena mengurangi ketergantungan Jetour pada impor unit utuh (CBU). Reduksi biaya impor ini memungkinkan Jetour menawarkan harga yang lebih kompetitif kepada konsumen. T2 adalah model yang menarik perhatian publik. Tidak hanya unggul dalam desain dan ketangguhan, T2 juga dilengkapi teknologi modern dan fitur keselamatan tinggi. Kapabilitas ini menjadikan T2 pesaing berat di segmen SUV premium. Dengan demikian, T2 ideal dijadikan pilar utama dalam membangun Indonesia basis produksi Jetour yang tangguh di masa depan. Perusahaan terus mengamati kinerja T2 di pasar domestik sebagai indikator kesiapan ekspor.

Proyeksi Pasar Ekspor: Jaringan Setir Kanan Global

Penetapan Indonesia sebagai salah satu dari tiga pasar RHD perdana (bersama Afrika Selatan dan Malaysia) mencerminkan strategi pasar Jetour yang terstruktur. Pasar RHD mencakup lebih dari seratus negara di seluruh dunia. Negara-negara ini termasuk negara-negara Commonwealth di Asia, Afrika, dan Oseania. Jetour berupaya meniru kesuksesan yang telah mereka raih di pasar setir kiri. Untuk mencapai tujuan ini, mereka perlu membangun fondasi produksi yang kokoh, dan Asia Tenggara—khususnya Indonesia—dipandang sebagai lokasi paling potensial.

Meskipun fokus saat ini adalah memenuhi kuota domestik—misalnya, dengan menambah kuota harga spesial T2 bagi 1.000 pembeli pertama—langkah logis berikutnya adalah ekspor. Oleh karena itu, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menjadi gerbang ekspor kendaraan Jetour. Tujuan ekspor ini mencakup negara-negara RHD di Asia Tenggara, seperti Thailand dan Filipina, serta pasar-pasar penting seperti Australia dan Selandia Baru. Kesiapan Indonesia, baik dari sisi geografis maupun infrastruktur, memperkuat posisinya sebagai hub yang ideal.

Multi-Manfaat Pengembangan Hub Otomotif Nasional

Pengembangan Indonesia menjadi basis produksi RHD akan menghasilkan manfaat positif yang signifikan bagi industri otomotif dan perekonomian nasional. Investasi besar dalam pembangunan fasilitas perakitan dan manufaktur lokal akan secara langsung meningkatkan kapasitas produksi di dalam negeri. Sejarah telah membuktikan bahwa keberadaan hub produksi selalu mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas rantai pasok lokal.

Selain itu, aktivitas ekspor kendaraan akan membantu meningkatkan neraca perdagangan negara. Peningkatan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci di industri otomotif regional. Dengan demikian, prospek Indonesia menjadi basis manufaktur Jetour adalah skenario saling menguntungkan (win-win solution). Skenario ini tidak hanya menguntungkan Jetour, tetapi juga secara fundamental mendukung pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi di Indonesia. Jetour melihat Indonesia sebagai mitra strategis jangka panjang, bukan sekadar pasar.