Menperin Minta Industri Otomotif Percepat Realisasi Investasi untuk Perkuat Daya Saing dan Ekspor
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pelaku industri otomotif untuk percepat realisasi investasi yang telah dikomitmenkan agar meningkatkan daya saing industri nasional. Permintaan itu disampaikan saat Agus membuka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, pada Kamis (30/7/2026).

Dalam pengantar pembukaan pameran, Menperin menekankan pentingnya percepatan investasi agar Indonesia mampu menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan di kawasan. Ia mengajak seluruh Agen Pemegang Merek dan pelaku industri untuk menindaklanjuti komitmen investasi yang telah disampaikan.
Percepat Realisasi Investasi dan Tujuan Strategis
Permintaan Menperin yang meminta percepat realisasi investasi menegaskan sasaran strategis pemerintah: memperkuat posisi industri otomotif nasional di kancah regional. Menurutnya, realisasi investasi bukan sekadar angka, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas produksi, teknologi, dan daya saing produk dalam menghadapi persaingan global.
Dalam paparan singkatnya pada pembukaan acara, Agus mengingatkan bahwa investasi yang cepat diwujudkan akan memberikan efek berganda, mulai dari peningkatan produktivitas pabrik hingga penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, percepatan realisasi menjadi prioritas untuk mencapai target-target industri yang lebih ambisius.
Peran Pelaku Industri dan Agen Pemegang Merek
Menperin secara khusus menyoroti peran Agen Pemegang Merek (APM) dan pelaku industri dalam mewujudkan komitmen investasi. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk tidak hanya menyampaikan komitmen, tetapi juga mempercepat proses implementasinya melalui langkah konkret di lapangan.
Langkah-langkah yang dimaksud mencakup percepatan pembangunan fasilitas produksi, adopsi teknologi, dan peningkatan rantai pasok lokal agar kapasitas produksi nasional dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Menperin menilai kolaborasi antara pemerintah, investor, dan pelaku industri menjadi kunci agar komitmen investasi segera terealisasi.
GIIAS sebagai Momentum Penguatan Investasi
Penyelenggaraan GIIAS 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk saling berkomitmen dan mempercepat langkah nyata. Menperin menilai pameran otomotif merupakan platform strategis untuk menampilkan kesiapan industri, memperkuat jejaring, serta membahas peluang investasi yang dapat mendukung transformasi sektor otomotif nasional.
Pada kesempatan tersebut, Menperin mendorong seluruh pihak memanfaatkan ajang pameran untuk mempercepat penjajakan kerja sama, negosiasi investasi, serta memperkuat hubungan industri dalam negeri dengan mitra regional. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses produksi dan meningkatkan kemampuan ekspor kendaraan buatan Indonesia.
Tantangan Implementasi dan Harapan Pemerintah
Meski menaruh harapan besar pada percepatan realisasi investasi, Menperin juga menyadari adanya tantangan yang harus diatasi oleh pemerintah dan pelaku industri. Tantangan tersebut antara lain berkaitan dengan kesiapan infrastruktur, pengembangan rantai pasok lokal, serta proses perizinan yang perlu dioptimalkan agar investasi dapat berjalan lancar.
Menperin berharap seluruh pihak dapat bersinergi untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Dengan kerja sama yang kuat, percepatan realisasi investasi di sektor otomotif dinilai akan mendorong peningkatan kemampuan industri nasional, membuka lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi serta pusat ekspor kendaraan di kawasan.
Pernyataan Menperin pada pembukaan GIIAS 2026 menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendorong iklim investasi yang kondusif. Seruan untuk mempercepat realisasi investasi menjadi panggilan aksi bagi seluruh pemangku kepentingan industri otomotif agar komitmen yang telah disampaikan dapat segera dikonversi menjadi capaian nyata di lapangan.
