Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Round 2 Adopsi Standar FIM Dunia
Pertamina Mandalika Racing Series kembali digelar sebagai bagian dari agenda pengembangan pembalap nasional. Mandalika Racing Series 2026 Round 2 berlangsung pada 19–21 Juni 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, dengan mengadopsi standar FIM dunia.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) balap motor sportbike ini bukan sekadar ajang adu cepat. Penyelenggara menekankan fungsi event sebagai kawah candradimuka pembinaan berkelanjutan agar talenta muda Indonesia bisa berproses menuju panggung motorsport internasional.
Mandalika Racing adopsi standar FIM
Penerapan standar FIM pada ronde kedua ini menjadi sorotan utama. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya menyelaraskan regulasi dan pelaksanaan balapan dengan acuan internasional, sehingga pengalaman peserta lebih mendekati persyaratan kompetisi global.
Dengan adopsi standar tersebut, penyelenggaraan teknis dan operasional di sirkuit diharapkan memberi pengalaman kompetitif yang lebih matang bagi para pembalap muda. Penekanan pada standardisasi juga dimaksudkan untuk mempersiapkan atlet agar lebih siap menghadapi tantangan di luar level nasional.
Peran Pertamina dalam pembinaan talenta
PT Pertamina (Persero) terus berperan aktif dalam mengasah talenta otomotif tanah air melalui penyelenggaraan seri ini. Komitmen perusahaan menyelenggarakan kompetisi bertaraf nasional sekaligus menjadi platform pengembangan atlet muda, sejalan dengan fokus jangka panjang untuk memperkuat ekosistem motorsport Indonesia.
Baca juga: Forbis National Economic Summit & Expo 2026: Alumni Gontor Buktikan Jadi Pengusaha Sukses
Peran penyelenggara tidak hanya pada sisi event, tetapi juga pada upaya menciptakan jalur pembinaan yang berkesinambungan. Mandalika Racing Series dihadirkan sebagai ruang bagi pembalap untuk menunjukkan kapasitas, mendapatkan pengalaman kompetitif, dan mengukur kemajuan mereka terhadap standar yang lebih tinggi.
Partisipasi dan daya saing pembalap
Putaran kedua Mandalika Racing Series 2026 diikuti oleh 106 pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Angka partisipasi ini mencerminkan antusiasme dan basis talenta yang cukup besar di cabang balap motor sportbike nasional.
Persaingan antar-pembalap pada level Kejurnas diharapkan semakin kompetitif dengan hadirnya standar internasional. Bagi banyak peserta, kesempatan tampil di sirkuit bertaraf dunia seperti Pertamina Mandalika International Circuit menjadi pengalaman penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan karier mereka.
Dampak bagi ekosistem motorsport nasional
Penyelenggaraan yang mengadopsi standar FIM berpotensi memberi dampak positif bagi ekosistem motorsport di Indonesia. Selain meningkatkan kualitas kompetisi, adaptasi standar internasional dapat memperkuat citra penyelenggaraan event balap di dalam negeri dan membuka peluang sinergi lebih luas dengan pelaku internasional.
Meski demikian, fokus utama tetap pada pembinaan dan pengembangan rider muda agar memiliki kesiapan teknis dan pengalaman kompetitif. Mandalika Racing Series diposisikan sebagai salah satu jalur penting untuk mencapai tujuan tersebut, dengan event yang membawa kombinasi antara kompetisi, pembelajaran, dan eksposur bagi atlet.
Ronde kedua yang digelar di Lombok ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membina dan menyiapkan generasi pembalap berikutnya. Dengan dukungan penyelenggara dan adopsi standar internasional, harapannya talenta-talenta nasional lebih siap mengambil kesempatan pada ajang tingkat lebih tinggi di masa mendatang.
